Kebudayaan dan filsafat jawa dalam arti seluas-luasnya sebagai salah satu kebudayaan bangsa dengan maksud dan tujuan utama mempelajarinya dan menggali nilai-nilai budaya luhur guna disumbangkan melalui dunia pendidikan dalam rangka membentuk manusia Indonesia seutuhnya serta pembinaan moral bangsa berdasarkan Pancasila. Kebudayaan jawa adalah hasil perkembangan masyarakat jawa yang dipelihara atas dasar kesadaran akan penting dan perlunya "nilai-nilai dalam masyarakat" tersebut, sedang pengetahuan dan filsafat jawa adalh ilmu pengetahuan dan filsafat asli yang timbul dalam kehidupan leluhur-leluhur kita dulu.
Perbedaan antara ilmu pengetahuan modern dengan ilmu pengetahuan jawa adalah bila ilmu pengetahuan modern mempunyai sifat yang selalu mengejar kebenaran, dan ilmu pengetahuan jawa tujuannya juga sama, tetapi bila ilmu pengetahuan modern menggunakan hasil pemikiran yang rasional dengan tujun mencapai kebenaran dengan logika sedangkan ilmu pengetahuan jawa selalu mementingkan kebenaran etika, yaitu kebenaran dengan sifat yang bermanfaat bagi masyarakat.
Berhubung dengan hal itu, kita haruslah bersikap bijaksana dan waspada terhadap arus modernisasi, walau pun kita tetap harus mengikutinya untuk mengejar kekurangan kita, namun kita tidak boleh meningggalkan ilmu pengetahuan yang diberikan oleh leluhur kita, walaupun tidak sedikit ajaran-ajaran dan pengetahuan-pengetahuan orang jawa saat ini dikatakan bahwa tidak rasional, namun sekarang ini diakui manfaatnya.
Yang dimaksud dengan "nilai-nilai dalam masyarakat" diatas adalah semua keputusan-keputusan, ketentuan-ketentuan, peraturan-peraturan, anggapan-anggapan, dan lainnya yang berlaku dalam masyarakat untuk menciptakan ketertiban,keamanan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Nilai - nilai itu diantaranya ada yang baru dan ada pula yang lama, malahan ada juga yang terlupakan, dan diantara nilai -nilai tersebut ada nilai-nilai yang baik yang masih harus kita lestarikan dan kita kembangkan, tetapi ada juga yang tidak baik atau tidak sesuai lagi dengan jaman kita sekarang sehingga dapat kita tinggalkan. Maka nilai - nilai dalam masyarakat yang baik dan dapat kita terapkan (relevant) bisa kita sebut sebagai "kebudayaan".
Oleh karena itu, maka sangat penting dan perlu untuk mengingat kembali dan menggali nilai-nilai yang sudah hilang tertelan arus modernisasi atau nilai-nilai tak bermutu, sehingga nilai - nilai adiluhung bangsa ini dapat berfungsi kembali menghidupkan Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat menuju " manungsa kan wus waspadeng semu, sinamun ing samudana, sesadon ingadu manis ", yaitu manusia yang berbudi luhur, tepa seliradan asah asih asuh terhadap sesamanya.
Ditulis dari pemahaman buku " Menggali Filsafat dan Budaya Jawa "
Perbedaan antara ilmu pengetahuan modern dengan ilmu pengetahuan jawa adalah bila ilmu pengetahuan modern mempunyai sifat yang selalu mengejar kebenaran, dan ilmu pengetahuan jawa tujuannya juga sama, tetapi bila ilmu pengetahuan modern menggunakan hasil pemikiran yang rasional dengan tujun mencapai kebenaran dengan logika sedangkan ilmu pengetahuan jawa selalu mementingkan kebenaran etika, yaitu kebenaran dengan sifat yang bermanfaat bagi masyarakat.
Berhubung dengan hal itu, kita haruslah bersikap bijaksana dan waspada terhadap arus modernisasi, walau pun kita tetap harus mengikutinya untuk mengejar kekurangan kita, namun kita tidak boleh meningggalkan ilmu pengetahuan yang diberikan oleh leluhur kita, walaupun tidak sedikit ajaran-ajaran dan pengetahuan-pengetahuan orang jawa saat ini dikatakan bahwa tidak rasional, namun sekarang ini diakui manfaatnya.
Yang dimaksud dengan "nilai-nilai dalam masyarakat" diatas adalah semua keputusan-keputusan, ketentuan-ketentuan, peraturan-peraturan, anggapan-anggapan, dan lainnya yang berlaku dalam masyarakat untuk menciptakan ketertiban,keamanan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Nilai - nilai itu diantaranya ada yang baru dan ada pula yang lama, malahan ada juga yang terlupakan, dan diantara nilai -nilai tersebut ada nilai-nilai yang baik yang masih harus kita lestarikan dan kita kembangkan, tetapi ada juga yang tidak baik atau tidak sesuai lagi dengan jaman kita sekarang sehingga dapat kita tinggalkan. Maka nilai - nilai dalam masyarakat yang baik dan dapat kita terapkan (relevant) bisa kita sebut sebagai "kebudayaan".
Oleh karena itu, maka sangat penting dan perlu untuk mengingat kembali dan menggali nilai-nilai yang sudah hilang tertelan arus modernisasi atau nilai-nilai tak bermutu, sehingga nilai - nilai adiluhung bangsa ini dapat berfungsi kembali menghidupkan Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat menuju " manungsa kan wus waspadeng semu, sinamun ing samudana, sesadon ingadu manis ", yaitu manusia yang berbudi luhur, tepa seliradan asah asih asuh terhadap sesamanya.
Ditulis dari pemahaman buku " Menggali Filsafat dan Budaya Jawa "
