Minggu, 14 September 2008

Gayuh Urip Kapeneran

Saat ini manusia merasa dirinya selalu benar dalam bertindak di kehidupan ini, entah itu masalah study, pekerjaan, ataupun masalah yang lainnya. Ditulisan saya yang terdahulu berjudul Ngudi sejatining apik yang dapat diartikan bahwa kebenaran yang sejati hanyalah milik Gusti Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, bukanlah milik kita Manusia. Karena menurut manusia yang satu benar , belum tentu bagi manusia yang lain. Tetapi jika menurut Gusti Allah, Tuhan YME atu apapun kita menyebutnya benar, bagi manusia pasti benar karena kita semua ini hidup atas kehendak-Nya.

" Gayuh Urip Kapeneran " adalah satu kalimat yang ingin saya bahas saat ini, yang merupakan kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya. " Gayuh Urip Kapeneran " mempunyai arti dalam bahasa Indonesia menuju kehidupan betul atau menuju hidup dalam kebetulan. " Gayuh Urip Kapeneran " ini adalah menuju kehidupan yang selaras dengan alam dan kebenaran yang hampir mendekati kebenaran yang sejati.

Lalu pertanyaannya bagaimana caranya? kan kebenaran sejati adalah milik Gusti Allah, Allah SWT, memang betul kebenaran yang sejati milik Gusti Allah tapi bagi kita manusia paling nggak bisa mendekati sesuatu yang lebih benar. Caranya adalah dengan selalu bertindak dan melakukan sesuatunya menuruti kata hati nurani, karena hati nurani merupakan tempat untuk mencari kebenaran dalam diri, saat bertindak dalam segala hal, yang mendekati dengan kapeneran. Kapeneran sendiri mempunyai makna ganda bisa kita artikan kebenaran dan juga bisa kita artikan dengan kebetulan tergantung dengan situasi dan keadaannya, tetapi saya mengartikannya dengan kebetulan.

Kenapa kok saya lebih condong mengartikannya kebetulan ? Contohya seperti ini, suatu hari saya diajak teman saya kesebuah diskotik saya bingung hati nurani saya mengatakan jangan tapi ada keinginan untuk ikut karena belum pernah masuk selama saya tinggal di kota ini, kati saya bergulat antara mau dan tidak, akhirnya saya memutuskan untuk tidak ikut walau dengan perasaan tidak enak dengan kawan saya tersebut. Pagi saat saya bertemu teman saya, dia menceritakan kalau tadi malam ada razia di diskotik tersebut dan alhasil teman saya dibawa ke poltabes dan cerita lain-lain. Di hati saya berucap alhamdulillah tadi malam ndak ikut coba kalau ikut.

Dari pengalaman saya tadi kita bisa menarik satu kesimpulan bahwa saya tidak ikut karena kebetulan menuruti hati nurani saya, maka hati nurani adalah tempat untuk bertanya segala hal yang insyaAllah mendekati kebenaran dan itulah yang saya sebut dengan kebetulan atau menuju hidup yang betul. Yang bisa membawa kita hidup di jalan yang tepat dan untuk meminimalisasi kesalahan dalam mengambil keputusan di kehidupan ini, karena manusia hidup hanya memilih dua jalan yaitu jalan sempurna atau jalan yang sesat, dan itu tergantung kita manusianya bukan?

Agak sedikit membingungkan, tetapi jika anda salah satu manusia yang berusaha memperoleh pengertian dan pengetahuan tentang hidup dengan cara menggunakan kemampuan rasio indera batin (cipta, karsa dan rasa) untuk menuju hidup yang sempurna bukan hanya hidup dengan kearifan insyaallah anda dapt memahami ini

Tidak ada komentar: