Kamis, 11 September 2008

Ngudi Sejatining Apik

Terima kasih Gusti Allah, karena ini merupakan artikel saya yang pertama di halaman ini. Kalau kita bicara tentang peribahasa jawa atau falsafah jawa mungkin tidak akan pernah ada habisnya karena banyak sekali apabila kita gali.

Saat ini saya ingin mengangkat tentang kalimat Ngudi Sejatining Apik, yang jika kita artikan ke bahasa Indonesia berarti siapa sebenarnya yang bagus atau betulatau benar?
Karena dalam kalimat tersebut diatas jika kita jabarkan akan membuat orang beradu argumenyang nantinya akan berujung pada satu pembenaran pribadi.

Bila menurut pandangan saya,kalimat tersebut mengartikan bahwa semua orang itu benar tetapi belum betul, mengapa demikian? Karena yang menurut kita benar atau betul dan sangat yakin kita, tetapi menurut orang lain hal tersebut, pendapat itu belum tentu benar.
Maka apabila kita telaah dan kita pahami hal tersebut diatas siapa yang paling benar?siapa yang betul? Ya sepele aja, anda punya Tuhan-kan? walau dalam penyebutannnya berbeda-beda tetapi maksudnya ya tetap sama. Jadi yang mempunya kebenaran sejati tidak salah dan tidak bukan menurut sebutan saya ya Gusti Allah.

Coba kita pelajari lagi kalimat tersebut, disamping siapa yang benar, arti kalimat itu maksudnya untuk mengajarkan kita lebih menghargai perbedaan entah itu perbadaan dalam hal Agama, Budaya, Keyakinan, Pendapat dan sebagainya.Sehingga terciptalah kedamaian di bumi ini, tercipta kerukunan dak ada berita gontok-gontokaan wah penuh cinta kasih, tapi kayak dak mungkin ya? mungkin ndak? Soalnya kalau dak ada hal yang bertentangan bumi kita, alam kita tidak seimbang, kalau udah dak seimbang dah mau kiamatlah.

Tapi paling tidak kita harus sudah berpikir dan menghargai orang karena kita semakin maju, maka tanpa bisa saling menghargai dan menghormati kemajuan akan menjadi kemunduran.Itu dulu aja ya, untuk artikel kedepan saya akan mengupas tentang kalimat Gayuh Urip Kapeneran. Salam Damai......

Tidak ada komentar: